Tentang SIMPLITES
SIMPLITES lahir bukan dari ide bisnis di atas kertas, tapi dari perjalanan panjang mencoba memecahkan masalah kerja sehari-hari.
Awalnya sederhana. Perjalanan ini dimulai sekitar 2020, saat saya cuma ingin bisa membuat website. Saya mulai dari WordPress — tanpa latar belakang teknis, tanpa bisa coding. Yang menarik bukan teknologinya, tapi rasa melihat sesuatu yang saya buat benar-benar hidup dan bisa dipakai.
Dari situ saya belajar satu hal penting: alat kerja yang baik harus langsung terasa berguna.
Seiring waktu, saya berpindah-pindah tools. WordPress, Webflow, berbagai platform no‑code. Setiap pindah, saya belajar sesuatu. Webflow mengajarkan saya nilai desain yang rapi dan sistem yang stabil. No‑code mengajarkan saya kecepatan — sekaligus batasannya.
Masalahnya selalu sama.
Semakin serius kebutuhan bisnisnya, semakin terasa:
- sistem jadi berat
- biaya bulanan menumpuk
- data tergantung platform orang lain
- dan hampir semua solusi butuh internet stabil
Bagi banyak bisnis kecil di Indonesia, itu bukan solusi. Itu beban baru.
Dari Proyek Keluarga ke Produk Nyata
Perjalanan ini berubah ketika saya bertanya ke orang tua saya: “Butuh dibikinin apa?”
Dari situ lahir dua proyek penting.
Propti, aplikasi untuk agen properti, saya buat sebagai hadiah untuk mama saya. Masalahnya sederhana tapi nyata: chat WhatsApp berantakan, foto nyasar, data pembeli tercampur, dan listing susah dicari ulang. Bukan masalah teknologi — masalah kerja harian.
Lalu Company Profile & VMI, sistem inventory management, awalnya juga hadiah untuk bapak saya. Dari kebutuhan mengelola stok secara rapi, proyek ini berkembang menjadi sistem yang benar-benar dipakai. Kalau ribet, saya langsung dapat komplain. Itu feedback paling jujur.
Dari dua proyek ini saya belajar:
software yang baik bukan yang paling canggih, tapi yang paling bisa diandalkan.
Kenapa SIMPLITES Memilih Jalur Offline & Sekali Bayar
Sebagai pembuat aplikasi, saya berkali-kali mentok di pola yang sama:
- harus pakai server
- harus bayar langganan
- harus maintenance teknis
- data disimpan di cloud pihak ketiga
Banyak klien UMKM dan tim kecil tidak butuh itu. Mereka butuh sistem yang:
- bisa dipakai langsung
- tetap jalan meski internet tidak stabil
- biayanya jelas, satu kali bayar
- dan datanya aman di tangan sendiri
Dari situlah saya memilih pendekatan offline‑first dan sekali bayar.
Bukan karena anti teknologi, tapi karena lebih masuk akal untuk realitas bisnis di lapangan.
Cara Saya Membangun Produk
Latar belakang saya adalah branding. Di sana saya dilatih untuk tidak langsung melompat ke solusi.
Pendekatan saya selalu dimulai dari:
- memahami alur kerja
- mewawancarai pengguna
- mencari titik friksi
- menggali akar masalah
Baru setelah itu solusi dirancang.
Saya juga sempat bekerja sebagai Product Manager di startup. Di sana saya belajar bagaimana sistem dibangun, diuji, dan dipakai oleh tim. Bukan sekadar ide, tapi proses yang rapi dan berkelanjutan.
Semua pendekatan ini saya bawa ke SIMPLITES.
Filosofi SIMPLITES
Offline. Sekali Bayar. FUNctional.
• Offline → pekerjaan tetap jalan tanpa tergantung internet
• Sekali bayar → biaya jelas, tanpa langganan bulanan
• FUNctional → serius membantu kerja, tapi tetap enak dipakai. Alurnya jelas, responsif, dan terasa niat — bukan sekadar kompleksitas yang tidak perlu
SIMPLITES dibuat untuk membuat kerja terasa lebih rapi, lebih tenang, dan lebih terkendali.
Makna Logo SIMPLITES
Logo SIMPLITES menampilkan kucing yang tersenyum tenang, dengan layar ponsel dan jendela web di belakangnya.
Kucing melambangkan kondisi ideal saat sistem kerja berjalan dengan baik: tenang, terkendali, dan tidak menguras energi.
Ekspresi tersenyum dengan mata terpejam bukan berarti pasif — tapi puas dan percaya diri.
Pekerjaan beres. Sistem bisa diandalkan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Layar ponsel dan web merepresentasikan pendekatan SIMPLITES: aplikasi offline sekali bayar dan website bisnis yang ringan, stabil, dan dirancang untuk dipakai jangka panjang.
Arah kursor yang bergerak dari bawah ke atas melambangkan pertumbuhan — bisnis partner yang naik kelas karena sistemnya rapi, jelas, dan stabil.
SIMPLITES diposisikan bukan sebagai hiasan, tapi sebagai partner yang membantu bisnis bergerak maju.
Pilihan warna mendukung makna ini:
- Putih → kejelasan dan kesederhanaan
- Biru muda → kepercayaan dan rasa aman
- Ungu lembut → pemikiran sistematis dan perencanaan jangka panjang
- Outline Biru Tua → struktur yang kokoh dan bisa diandalkan
Logo ini merangkum tujuan SIMPLITES: membuat sistem kerja yang menenangkan, bisa dipercaya, dan membantu bisnis bertumbuh tanpa menambah beban.
Untuk Siapa SIMPLITES?
SIMPLITES cocok untuk:
- UMKM
- Agen Properti (Aplikasi Propti)
- tim kecil
- pemilik bisnis yang ingin sistem rapi tanpa ribet teknis
Ini bukan software untuk semua orang.
Tapi untuk mereka yang ingin alat kerja yang sederhana, bisa diandalkan, dan masuk akal secara bisnis.
SIMPLITES bukan studio besar.
Justru karena itu, fokusnya tetap satu: membantu bisnis berjalan lebih simpel dan lebih manusiawi.